Kebanyakan pengendara motor dan skuter membuka aplikasi yang sama seperti waktu menyetir mobil, lalu heran kenapa rute dan waktu tempuhnya tidak pas buat mereka. Masalahnya bukan karena aplikasi itu jelek. Hanya saja tidak ada yang memberi tahu aplikasi itu bahwa kamu naik roda dua, dan aplikasinya pun tidak punya cara untuk bertanya.
Terus terang, aku yang membuat Urban Rider, salah satu aplikasi dalam daftar ini, jadi anggap aku orang dalam yang tetap jujur. Di bawah ini aku jelaskan apa yang perlu kamu perhatikan dan apa yang benar-benar dilakukan masing-masing aplikasi dengan baik.
Kenapa peta mobil salah mengarahkan motor
Aplikasi seperti Google Maps di Indonesia tidak punya mode khusus motor. Rute untuk roda dua dihitung persis seperti untuk mobil, dan dengan senang hati mengarahkan kamu ke jalan besar atau ke arah jalan tol, padahal motor dilarang masuk jalan tol di Indonesia. Opsi hindari jalan tol hanya membantu sebagian: ia membuang jalan tol, tapi tidak setiap jalan cepat, dan juga tidak memperbaiki waktu tempuh yang tetap dihitung dengan kecepatan mobil.
Apa yang harus dimiliki aplikasi navigasi motor yang baik
- Mengenali jenis kendaraan. Menjauhkan motor dan skuter dari jalan tol serta jalan yang memang tidak boleh dilalui, sejak awal.
- Menghitung waktu tempuh yang realistis. Perkiraan waktu tiba memakai kecepatan motor di dalam kota, bukan kecepatan mobil.
- Mudah dibaca saat berkendara. Instruksi besar dan ringkas, bukan layar penuh tulisan tepat di persimpangan.
- Panduan suara yang jalan saat offline. Supaya mata tetap di jalan dan tangan di setang, walau sinyal lemah.
- Peringatan batas kecepatan dan kamera kecepatan. Tahu batas saat ini dan kamera tetap sebelum kamu sampai.
- Bantuan di sepanjang jalan. Cari SPBU atau stasiun pengisian EV, lihat cuaca di rute, dan simpan lokasi parkir motormu.
Google Maps
Paling populer dan paling bagus untuk mencari tempat serta melihat lalu lintas secara langsung. Tapi untuk roda dua kelemahannya adalah memperlakukan motor seperti mobil. Nyalakan opsi hindari jalan tol dan anggap rutenya sebagai saran, bukan perintah, apalagi kalau ia mengarahkan kamu ke jalan cepat.
Urban Rider
Ini aplikasi yang sedang aku buat, jadi pertimbangkan itu. Ia dimulai dengan bertanya kamu naik apa. Kamu memilih profil skuter, motor bebek, atau sepeda motor, lalu rutenya hanya melewati jalan yang memang boleh dilalui kendaraan itu, menghindari jalan tol secara bawaan. Waktu tempuh dihitung dengan kecepatan nyata roda dua. Di jalan, aplikasinya juga memberi peringatan batas kecepatan dan kamera kecepatan, punya panduan suara yang jalan saat offline, membantu mencari SPBU dan stasiun pengisian EV, menampilkan cuaca di sepanjang rute, dan mengingat lokasi parkir motormu. Gratis diunduh dengan uji coba gratis 7 hari, tanpa akun, lalu langganan (bulanan, tahunan, atau seumur hidup, kira-kira seharga secangkir kopi per bulan) untuk melanjutkan. Jujur saja: ia lebih muda dan lebih kecil dari peta besar, dan kalau kamu butuh data lalu lintas yang dikumpulkan dari komunitas, aplikasi lain mungkin lebih cocok.
Aplikasi mana yang sebaiknya kamu pilih
Untuk pertanyaan sehari-hari soal lewat mana yang paling pas naik motor di kota, aplikasi yang berangkat dari jenis kendaraan akan menghemat tebak-tebakan dan waktu tempuh yang meleset. Kalau kamu masih ragu, baca juga apakah motor boleh masuk jalan tol, sementara perencana rute motor gratis menunjukkan cara kerjanya dalam praktik.
Pertanyaan yang sering diajukan
Aplikasi navigasi apa yang terbaik untuk motor?
Yang terbaik adalah aplikasi yang tahu kamu naik roda dua, bukan menyetir mobil. Cari navigasi yang mengenali jenis kendaraan dan secara bawaan menghindari jalan tol, waktu tempuh yang dihitung dengan kecepatan motor di dalam kota, serta layar yang mudah dibaca saat berkendara. Urban Rider dibuat persis untuk itu, tersedia uji coba gratis 7 hari, dan berjalan di iOS maupun Android.
Apakah aku bisa pakai Google Maps untuk naik motor?
Bisa, dan banyak orang memang begitu, tapi ingat dua keterbatasannya. Google Maps di Indonesia tidak punya mode khusus motor, jadi rute dan waktu tempuh dihitung seperti untuk mobil. Kamu bisa menyalakan opsi hindari jalan tol, tapi itu hanya membuang jalan tol, bukan setiap jalan cepat. Anggap rutenya sebagai saran, bukan perintah.
Apakah motor boleh masuk jalan tol di Indonesia?
Tidak. Di Indonesia motor dilarang masuk jalan tol, jadi aplikasi navigasi yang baik sebaiknya menghindari jalan tol secara bawaan, bukan membiarkan kamu mengawasi setiap rambu sendiri. Inilah juga alasan peta yang dirancang untuk mobil mudah mengarahkan kamu ke jalan yang salah.
Apakah aplikasi ini gratis?
Google Maps gratis. Urban Rider juga bisa kamu unduh gratis dan langsung dipakai tanpa akun, dengan uji coba gratis 7 hari versi lengkap, lalu perlu langganan (bulanan, tahunan, atau seumur hidup) untuk melanjutkan. Tidak ada versi gratis selamanya.
Aplikasi mana yang menghitung waktu tempuh motor dengan benar?
Aplikasi yang tahu kecepatan kendaraanmu. Urban Rider menghitung waktu tempuh berdasarkan kecepatan nyata motor roda dua, bukan mobil rata-rata di jalan yang sama, sehingga perkiraannya lebih dekat dengan kenyataan.
